Selasa, 01 Oktober 2013

Menyapih dengan Cinta

by Aimi

Usia dua tahun biasanya menjadi waktu paling pas untuk balita berhenti menyusui pada ibu atau disapih. Namun berbagai penolakan sering terjadi, baik dari balita sendiri atau ketidaksiapan dalam diri si ibu. Menyusui merupakan momen istimewa antara ibu dan bayi. Karena itu walau memang sudah masanya, banyak ibu yang merasa enggan kehilangan momen istimewa tersebut. Mereka juga khawatir anak akan merasa tidak dicintai dengan disapih. Untuk itu proses menyapih haruslah dilakukan secara bertahap dan tanpa paksaan agar tidak berdampak buruk kepada kedua belah pihak. Agar si kecil tidak terguncang secara psikologis dan agar si ibu juga lebih rela menyapih dan tidak mengalami bengkak payudara yang parah akibat penyapihan yang terjadi secara tiba-tiba.
 
Ada beberapa tips untuk menyapih anak dengan cinta
  * Lakukan proses menyapih secara bertahap dan perlahan: misalnya dengan mengurangi secara bertahap frekuensi menyusui. Bisa dimulai dengan mengurangi frekuensi menyusui saat siang. Baru kemudian bertahap mengurangifrekuensi menyusui di malam hari.
  * Alihkan perhatian anak dan buat anak sibuk dengan berbagai kegiatan. Saat siang, kelika si anak meminta untuk menyusu alihkan perhatiannya dengan berbagai kegiatan seperti menyanyi, membaca, tertawa bersama. Kalau dia haus, biasakan untuk memberikan air putih atau jus buah. Biasanya disini peran ayah sangat dibutuhkan sebagai figur yang melengkapi sang ibu. Kalau ayah sedang ada di rumah, ayah bisa membantu untuk mengalihkan perhatian anak dari keinginan untuk menyusu pada ibunya
  * Lakukan komunikasi yang baik dengan anak. Ingat, seberapa kecil usia anak, anak tetap mengerti dan memiliki kemampuan utk     mengerti kata-kata dari orang di lingkungannya.
  * Hindari menyapih saat anak sedang tidak sehat atau sedang sedih, kesal, marah. Hindari juga menyapih anak saat terjadi perubahan besar lain pada hidupnya, seperti mulai ditinggal bekerja, pindah rumah, mulai sekolah, atau ganti pengasuh.
  * Hindari menyapih anak dari menyusu ke benda lain seperti empeng, botol susu, bantal, dsb.
 
Berbagai cerita tentang menyapih dengan cinta bisa didapatkan di sini:
http://semarang.aimi-asi.org/2010/09/menyapih-matahari-terbitku/

http://kultwit.aimi-asi.org/2011/02/weaning-with-love/

http://health.kompas.com/read/2012/04/05/07260982/Menyapih.dan.Menyusui.dalam.Kondisi.Hamil

http://health.kompas.com/read/2011/02/23/17224348/Kiat.Menyapih.Secara.Alami

http://aimi-asi.org/menyusui-lebih-dari-2-tahun/

http://aimi-asi.org/menyapih-dengan-kasih/
""

Memahami Serba-Serbi Buang Air Besar pada Bayi

by Lianita Prawindartiand 4 others

Warna BAB Bayi ASI Eksklusif yang Normal

Secara umum, BAB bayi dengan ASI eksklusif yang normal adalah yang berwarna kuning cerah dan cemerlang. Feses ini biasanya disebut dengan golden feces. Warna kuning timbul dari proses pencernaanlemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.

Warna feses bayi dengan susu formula atau ASI tapi dicampur dengan susu formula akan cenderung kuning lebih gelap atau kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.

Warna-Warna Lain BAB Bayi ASI Eksklusif

BAB Warna Hijau
Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. Ini berarti cara ibu memberikanASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja, sedangkan hindmilk-nya tidak. Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi
ASI sangat melimpah. Jika bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (sering kentut), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik).

BAB Warna Merah
Warna merah pada feses bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Bentuknya fesesnya pun bisa cair ataupun menggumpal. Selanjutnya dokter yang menangani akan melakukan observasi apakah apakah warna merah tersebut disebabkandarah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya, milsanya dari puting ibu yang luka. Jika merah ini terbukti , maka dua-duanya perlu penanganan. Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makanan bayi, karena belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang kotor. Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.

BAB Warna Putih Keabu-abuan
Jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan maka ibu harus waspada. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu.

Tekstur BAB Bayi ASI Eksklusif
Saat baru lahir, bentuk feses bayi menyerupai aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji (seeded) dan bisa juga berupa cairan.
Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair dengan ampas.

Feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi ASI, bayi yang mengonsumsi susu formula kadangkala akan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Curigai jika bayi yang mengkonsumsi susu formula bentuk fesesnya cair.

Frekuensi Buang Air Besar Bayi ASI Eksklusif

Frekuensi BAB pada setiap bayi pasti berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. Umumnya di empat atau lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali. Asalkan tidak menganggu proses pertumbuhannya, maka ibu tak pelu cemas. Bagi bayi yang mendapatkan ASI ekslusif biasanya bisa tidak BAB hingga 1-2 minggu lamanya. Tak perlu cemas, karena berarti semuanya bisa diserap dengan baik.

Serba-Serbi BAB Bayi ASI Eksklusif Sesuai Perkembangan Usia

1. Tiga Hari Pertama
Beberapa hari pertama setelah kelahirannya bayi mengeluarkan mekonium, yakni bahan lengket berwarna hijau pekat mendekati hitam yang terkumpul di dalam usus bayi selama berada di kandungan. Pada hari ketiga, bayi yang mendapatkan lebih banyak ASI akan buang air besar lebih mudah. Biasanya bayi sudah mengeluarkan seluruh mekonium dan bentuk feses bayi berubah di hari keempat.

2. Bulan Pertama
Feses bayi yang wajar berwarna kuning, sedikit berbau, memiliki bentuk lunak agak cair dan berbij-biji. Bentuk feses juga dapat sedikit berbeda, misalnya berwarna lebih hijau atau kuning pekat, berlendir atau berbuih. Perbedaan warna ini tidak menunjukkan masalah apapun. Bayi ASIX yang semakin mudah buang air besar di hari ketiga kehidupannya berarti dalam keadaan yang baik.
Bayi yang sehat dan mendapat cukup asupan ASI akan buang air kecil lebih dari enam kali dalam sehari. Walaupun begitu, segera periksakan bayi kepada tenaga atau fasilitas kesehatan jika ia mengalami salah satu dari tanda-tanda di bawah:
  a. Bayi masih mengeluarkan mekonium pada usia lebih dari 5 hari
  b. Bayi usia 5-21 hari tidak buang air besar dalam 24 jam
  c. Feses bayi berwarna coklat, jarang buang air besar, atau feses sedikit

Selain mengamati asupan bayi, memantau frekuensi buang air besar dan jumlah feses merupakan cara untuk menilai bilamana bayi mendapatkan cukup ASI. Jumlah feses bayi seharusnya meningkat setidaknyapada hari kelima dengan frekuensi buang air besar 2-3 kali setiap hari. Bahkan beberapa bayi buang air besar setiap selesai menyusu dan ini bukan berarti bayi menderita diare.
Diare adalah kondisi perubahan frekuensi buang air besar secara mendadak dengan jumlah feses lebih banyak dan dalam bentuk yang sangat cair. Terus berikan ASI dan perbanyak asupannya untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan pada bayi.

Perhatikan tanda-tanda dehidrasi berikut ini:
  1. Mata kering, bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata atau hanya sedikit;
  2. Kulit, mulut dan bibir lebih kering;
  3. Air seni berwarna gelap, keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali;
  4. Mata tampak cekung atau terbenam;
  5. Sangat lemas dan kesadaran menurun;
  6. Selalu merasa haus atau malah menolak minum;
 7. Ubun-ubun terlihat cekung;
  8. Ketika kulit dicubit dengan dua jari kulit sulit kembali ke bentuk asal.
Segera hubungi tenaga atau fasilitas kesehatan bila menemukan tanda dehidrasi, diare yang disertai dengan darah, kejang, nafas cepat dan dangkal, muntah terus-menerus, panas tinggi di atas 38,5°C yang tidak berkurang dalam 2 hari, diare berlangsung lebih dari 14 hari, atau bayi tampak kesakitan atau kolik. Bayi yang kesakitan akan menangis kuat sambil menekuk kaki, gelisah serta berkeringat.

3. Usia 2-6 Bulan
Frekuensi buang air besar setiap bayi berbeda-beda. Secara umum frekuensi buang air besar bayi akan semakin berkurang seiring pertambahan usianya karena usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik. Memasuki bulan kedua, beberapa bayi ASIX mendadak mengubah frekuensi buang air besar mereka dari sering menjadi sekali dalam tiga hari. Bahkan ada bayi yang tidak buang air besar selama 14 hari atau lebih. Selama bayi sehat dan bentuk feses wajar maka hal tidak menjadi masalah. Memang bayi ASIX lebih jarang mengalami sembelit atau konstipasi karena nutrisi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh serta mengandung zat laksatif yang dapat mengencerkan feses.

BAB Bayi yang Sudah Mendapatkan MPASI

Setelah bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MPASI) biasanya frekuensi buang air besar, bentuk, warna, dan jumlah feses akan berubah tergantungdari jenis makanan yang dikonsumsi, intake cairan, dan porsi makanan. Jika feses bayi keras hingga saat buang air besar ia mengalami kesulitan, rasa nyeri, atau bahkan luka anus yang berdarah, hal ini dinamakan sembelit. Tambahkan cairan, buah, dan serat ke dalam makanannya. Sembelit yang disebabkan oleh diet makan yang tidak seimbang akan hilang dengan sendirinya. Segera hubungi tenaga kesehatan apabila sembelit disertai dengan sakit perut yang parah atau muntah.

Sumber:
http://aimi-asi.org/bab-bayi-asi-eksklusif/

http://www.ayahasi.org/2011/12/ini-pup-kumana-pup-mu.html

http://healthiskesehatan.blogspot.com/2011/05/variasi-warna-dan-bentuk-feses-feces.html
""

Tips Meningkatkan Berat Badan Bayi Tanpa Bantuan Susu Formula

Ketika kita membawa bayi kita untuk ditimbang berat badannya dan mendapati berat badannya masih di bawah garis normal, apakah itu lantas menjadi alasan untuk memberinya susu formula? Jangan buru-buru memutuskan memberikannya susu formula ya Bu... Mari kita ingat kembali berat badan lahirnya, pola kenaikan berat badan sebelumnya, riwayat kesehatannya (apakah dia sakit di bulan ini), apakah dia pernah mengalami gerakan tutup mulut (GTM) bulan ini serta bagaimana kondisi genetik ayah ibu (apakah ayah ibunya gemuk atau kurus), dan sebagainya.
 
Berat badan yang kurang bisa terjadi karena asupan makanan yang tidak adekuat (tidak cukup). Biasanya ini terjadi jika anak sedang sakit atau habis sakit, anak sulit makan atau pilih-pilih makan, atau jikasupply kalori tidak seimbang dengan kebutuhan tubuh dan aktivitasnya. 
 
Ada kasus di mana bayi/anak makannya baik, tetapi banyak  tidak terserap dengan baik akibat adanya gangguan penyerapan makanan, alergi, diare/muntah atau dalam masa penyembuhan dari sakit. Jika ada kasus medis, diskusikan dengan dokter agar kondisi medisnya dapat diatasi. Tetapi, jika masalahnyaterjadi pada anak yang sehat tetapi kurang asupan makanan, ada beberapa tips yang bisa dicoba:
1. Untuk bayi di bawah usia 6 bulan,  perhatikanasupan ASI dan pola menyusui. Jika ada masalah dengan menyusui, segera hubungi konselor laktasi untuk membantu memperbaiki posisi pelekatan, dan sebagainya.
2. Bayi harus lebih sering menyusu terutama saat malam hari, bisa ditambah dengan minum ASIP akhir (hindmilk) yang kaya lemak.
3. Jika sudah 6 bulan dan mulai MPASI, buat bubur dengan campuran sedikit minyak atau margarine, santan, kacang yang dilumat, atau parutan keju.
4. Minyak nabati yang berupa minyak canola, minyak zaitun, minyak jagung, atau minyak sunflower/bunga matahari juga boleh ditambahkan sampai 2-3 sendok teh per hari sesuai dengan toleransi bayi.
5. Bisa dibantu juga dengan memberikan alpukat atau pisang yang kaya kalori dan vitamin.
6. Bisa dengan metode double karbo dengan menkombinasikan dua jenis sumber karbohidrat pada makanan bayi.
 7. Utamakan makanan berkalori tinggi yang dibuat sendiri karena lebih segar dan variatif dibanding makanan instant yang tinggi gula dan kaya pengawet.
 8. Untuk anak di atas 1 tahun, sebaiknya lebih selektif dengan camilan atau snack yang kosong kalori seperti permen, krupuk, atau junk food. Sesekali untuk selingan tidak apa-apa, tetapi jangan sampai menjadi asupan rutin.
9. Kreatif memilih makanan sehat padat kalori, komposisi bahan sesuai kegemaran anak, bisa diberi porsi kecil dengan frekuensi sering yang mungkin lebih mudah diterima.
10. Menambah gula pada makanan untuk tujuan menambah kalori tidak disarankan karena bisa menyebabkan karies gigi dan bahkan memicu diabetes.
11. Hindari mencuri-curi kesempatan memberikanekstra susu formula dalam botol pada bayi/anak ketika tidur karena dapat menjadi kebiasaan dan mengurangi selera makan mereka saat sarapan.
12. Sarapan itu penting, bukan hanya untuk mereka yang aktif sekolah dan bekerja, tetapi harus dibiasakan sejak bayi.
13. Bagi jadwal makan dalam sehari menjadi 3 kali makan besar ditambah 2 kali snack/cemilan. Jika belum disapih tetap berikan ASI sesuai kehendak bayi atau tetap jadwalkan pemberian ASI agar tidak terlewat di sela-sela waktu makannya.
14. Pemberian vitamin atau suplemen harus dilakukan dengan pertimbangan dokter. Diskusikan alasan-alasan pemberian suplemen sejelas-jelasnya.
15. Hati-hati dengan promosi obat perangsangnafsu makan atau produk enzim-enzim pencernaan yang katanya dapat memperbaiki berat badan anak, karena obat-obatan seperti ini tidak sepenuhnya aman.
16. Jika memang ada defisiensi vitamin atau mineral, tambahan vitamin/mineral memang diperlukan, tetapi yang paling baik adalah dengan meningaktkan asupan sumber-sumber alami vitamin dan mineral lewat makanan. Suplemen hanya bersifat membantu dan sifatnya sementara.
17. Terapkan aturan makan yang baik pada anak: waktu makan kurang dari 30 menit, tidak sambil bermain, menonton televisi atau jalan-jalan. Usahakan untuk bisa makan bersama dengan keluarga setidaknya satu kali dalam sehari.
Semoga tips-tips di atas dapat membantu meningkatkan berat badan anak. Tetapi harap diingat bahwa indikator kesehatan anak tidak hanya dilihat dari berat badannya ya :)
 
Sumber: Tips Dongkrak Berat Badan tanpa bantuan Sufor: http://kultwit.aimi-asi.org/2012/07/tips-dongkrak-bb-tanpa-bantuan-sufor/
""

Resiko Penggunaan Dot

by Aimi and 7 others

AIMI mengadopsi rekomendasi WHO untuk tidak menganjurkan penggunaan dot atau botol susu pada bayi dan balita. Alasan-alasannya antara lain adalah sebagai berikut:
 
1. RESIKO BINGUNG PUTING
 
Bingung puting adalah keadaan dimana bayi memilih untuk menggunakan botol dan dot karena cara kerja meminum ASI dari botol dan dot dan payudara berbeda. Melalui botol dan dot bayi tidak harus suckling melainkan hanya sucking. Sedangkan pada payudara bayi harus menggunakan lidahnya untuk merangsang keluarnya ASI. Sedangkan pada botol dan dot bayi hanya menyedot dan aliran ASIP sudah keluar dengan derasnya.
 
Banyak ibu bertanya adakah dot yang menyerupaipayudara ibu dapat mencegah bingung putting.. Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun dot yang menyerupai payudara ibu. Bentuk dot yang ada saat ini memudahkan susu menetes tanpa bayi harus berusaha menghisap. Masalah muncul ketika bayi merasa harus “bekerja keras” menghisap payudara ibu agar ASI dapat keluar. Sementara bayi sudah terbiasa dengan aliran susu dari dot. Bayi biasanya akan kesal dan menolak untuk menyusu langsung. Beberapa akibat juga mempengaruhi si ibu sendiri seperti payudara bengkak dan berkurangnya ASI. Pada sebagian bayi memang tidak tampak bingung puting, namun harus disadari bahwa setiap bayi berbeda. Ada bayi yang setelah beberapa waktu menggunakan dot baru terkena bingung puting, namun ada juga yang langsung terkena dampaknya.Bingung puting juga tidak mengenal usia. Bisa terjadi pada bayi baru lahir, namun bisa juga terjadi pada bayi yang sudah besar.
 
2. RESIKO TIDAK HIGIENIS LEBIH TINGGI

Dot itu sendiri tidak dapat dikatakan higienis sedangkan higienitas adalah hal mutlak bagi bayi karena sistem imunnya yang belum matang. Perlu diingat bahwa bakteri mudah berkembangbiak pada kondisi hangat. Setiap kali habis dipakai dot harus langsung dibersihkan. Bila dot berada dalam kondisi terbuka terlalu lama ataupun terjatuh juga harus segera disingkirkan. Belum lagi sisa lemak yang menempel di sela-sela dot yang sulit untuk dibersihkan. Jika hal-hal ini diabaikan dapat mengakibatkan muntah, diare, kolik dan sebagainya.
 

Penggunaan dot mempengaruhi bentuk kesehatan gigi-geligi dan otot area mulut. Penggunaan dot dalam jangka panjang dapat merusak gigi anak (karies). Sebuah penelitian menemukan bahwa anak ASI yang tidak pernah mengenal dot (dan empeng) akan tumbuh dengan memiliki wajah yang lebih proporsional. Bentuk gigi-geliginya lebih sempurna dibanding bayi yang mengenal dot.
Menyusu langsung pada payudara bukan hanya untuk membuat bayi kenyang saja. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kompleks, melibatkanseluruh otot yang berada di sekitar mulut dan rahang. Mulut bayi harus bekerja keras untuk mendapatkan ASI. Sebaliknya pemberian ASI (dan pengganti ASI) melalui dot tidak merangsang bayi untuk belajar dan bekerja menghisap. Akibatnya,kekuatan otot-otot tersebut melemah, sehingga kemampuan bicara menjadi terhambat.. Kurang lebih sama perbandingannya seorang penari yang otot-ototnya lentur karena sering berlatih dengan yang jarang atau malas berlatih
 
4. RESIKO INFEKSI TELINGA

Otitis Media merupakan infeksi yang terjadi pada telinga bagian tengah. Struktur saluran telinga pada bayi lebih dekat dengan daerah mulut dan belum memiliki sistem proteksi yang kurang baik dibandingkan struktur telinga orang dewasa. Oleh karena struktur ini, gangguan pada daerah mulut akan memudahkan terjadinya gangguan pada struktur telinga bagian tengah. Pada pengguna Dot ditemukan kasus Otitis media yang meningkat. Barangkalikejadian ini terkait dengan gangguan pertumbuhan gigi dan meningkatnya kemungkinan infeksi pada penggunaan dot yang tidak higienis. Para peneliti di AAP (American Academy of Pediatry) menyarankan untuk mengurangi atau menghentikan secara total penggunaan dot untuk menghindari terjadinya Otitis Media.
Masalah muncul pada penggunaan dot adalah jika susu tetap keluar walaupun anak tidak menyedot, misalnya karena tertidur. Di sisi lain, saat anak tidur otot-ototnya menjadi rileks, termasuk otot yang menyusun saluran eustachius sehingga saluran tersebut terbuka. Nah, susu yang tetap keluar tadi bisa-bisa bukannya tertelan, namun masuk ke dalam saluran eustachius dan memenuhi rongga pada telinga tengah. Hal ini mungkin terjadi, apalagi pada anak yang menyusu botol dalam keadaan berbaring.Cairan yang terkumpul di telinga tengah kemudian dapat menjadi media infeksi bakteri. Selain itu, adanya cairan di belakang gendang telinga akan mengganggu proses transmisi suara. Akibatnya, anak menjadi sulit mendengar. Fungsi telinga dapat kembali normal apabila cairan tersebut dibuang.
 
5. KESULITAN MENYAPIH

Menyapih anak dari dot bisa jadi lebih sulit dibanding menyapih dari payudara. Sedangkan bayi yang tidak menggunakan dot kita tidak usah memikirkanbagaimana menyapih dari gelas kan? Karena seumur hidup kita akan minum menggunakan gelas.
 
6. TIDAK MENGGUNAKAN DOT BISA MEMBANTU MENJAGA BONDING IBU DAN ANAK

Kenapa demikian? Karena bayi mendapatkan kepuasan oral hanya dari puting payudara ibunya tidak dari puting botol dan dot. Sehingga bayi akan selalu menunggu saat-saat bisa menyusu langsung pada ibunya bila ada kesempatan. Hal ini penting untuk menjaga bonding ibu dan bayi terutama bagi ibu bekerja yang terpaksa harus meninggalkan bayinya selama beberapa jam setiap harinya. Yang beresiko adalah ketika ibu harus meninggalkan bayi selama beberapa hari. Bayi yang biasanya bisa menyusu secara langsung pada waktu sore dan malam ketika ibunya di rumah, mendadak harus terus diberi dot selama 24 jam. Setelah ibunya pulang, banyak kasus dimana tiba-tiba bayi menolak menyusu langsung dari ibunya.
 
Sumber:

http://aimi-asi.org/2010/10/bayi-botol-dan-dot-benarkah/

http://aimi-asi.org/2011/05/ulasan-poling-april-2011-resiko-dot/

http://jateng.aimi-asi.org/2011/12/jangan-tergoda-dengan-botol-dan-dot/

http://kultwit.aimi-asi.org/2011/06/memberikan-asi-perah-tanpa-dot/
""

Berbagai Fakta tentang Makanan / Minuman Ibu Menyusui Part.2

Apakah ibu harus mengkonsumsi makanan tertentu atau suplemen khusus agar produksi ASI-nya banyak?
 
Kuantitas hanya dipengaruhi dua hal, menyusui/memerah sesering mungkin dan sugesti positif dari ibu bahwa ASI-nya cukup yang didukung oleh mood ibu yang baik. Tidak ada yg secara spesifik disebut sebagai booster ASI (makanan/minuman/produk/obat/jamu yang dapat meningkatkan produksi ASI). Ibu bisa makan apapun yang Ibu mau. Prinsip booster ASI sebetulnya adalah sugesti positif yg dihasilkan dari memakan makanan tertentu. Kalau Ibu percaya dengan makan sesuatu bisa meningkatkan produksi ASI, makanlah. Tapi itu hanya bekerja jika yang memakan percaya. Jadi tidak boleh dilandaskan karena keterpaksaan agar produksi ASI naik. Efek sugesti positifnya muncul dari kenikmatan ketika kita mengkonsumsi makanan tersebut. Kalau ibu ingin makan daun katuk makanlah.
Tidak ada yang salah dengan makan sayuran karena itu akan selalu baik untuk kesehatan. Tetapi kalau tidak suka daun katuk, tidak usah dipaksa. Justru kalau ibu terpaksa makan sesuatu yg tidak disukai akan berpengaruh ke kuantitas produksi karena si ibu tidak happy. Kalau ibu happy, sugesti ibu positif, produksi ASI naik. Jadi yang namanya booster ASI itu bisa apa saja yang membuat ibu happy dan bersugesti positif. Mau makanan kesukaan, minuman kesukaan, film kesukaan, novel kesukaan, ke salon memanjakan diri, mandi air hangat, pijatan suami, dsb. Makanya efek booster ASI kepada setiap ibu berbeda-beda.
 
 
Sebetulnya jenis makanan seperti apakah yang mempengaruhi KUALITAS ASI?
 
Apapun yang dimakan ibu, kualitas ASI selalu baik karena dalam proses produksinya ASI akan selalu mengambil zat-zat penting yang ada dalam tubuh ibu. Kalau makanan ibu kurang, maka nutrisi akan diambil dari cadangan nutrisi dalam tubuh ibu. Makanya kalau ibu tidak cukup asupan bernutrisi, yang tekor ya badan ibu sendiri. Kalau badan ibu tekor nutrisi berarti ibu akan mudah sakit. Kalau ibu mudah sakit itu akan mengganggu kelancara menyusui. Kalau kategori gizi ibu baik atau sedang, produksi ASI juga akan selalu baik. Kalau kategori gizi ibu buruk, yang semakin tekor nutrisiadalah ibu sendiri. Dan biasanya ibu memerlukansuplemen multi-vitamin danmineral dari dokter untuk membantu meningkatkan kualitas gizi ibu dan menjaminasupan vitamin dan mineral yang cukup bagi produksi ASI juga. ASi dari ibu yang status gizinya buruk hanya mengalami defisit micro nutrients seperti vitamin dan mineral. Sementaramacro nutrients-nya seperti karbohidrat, lemak, protein, dan sebagainya tetap baik.
 
 
Referensi:
 
http://www.llli.org/nb/nbmaternalnutrition.html

 
http://www.kellymom.com/nutrition/mom/index.html

 
http://www.llli.org/nb/nbmarapr04p44.html

 
http://supportbreastfeeding.wordpress.com/2009/01/14/kebutuhan-gizi-saat-menyusui/

 
http://www.kemangmedicalcare.com/kmc-tips/tips-dewasa/1462-gizi-ibu-hamil-dan-menyusui.html

 
http://www.ayahasi.org/2011/11/ibu-menyusui-boleh-makan-pedas.html
""

Berbagai Fakta tentang Makanan / Minuman Ibu Menyusui Part.1

By Aimi and 3 others

Salah satu pertanyaan yang kerapkali dilontarkan Ibu-ibu menyusui adalah
makanan apa yang perlu dihindari selama menyusui? Jawabannya adalah TIDAK ADA makanan yang wajib dihindari Ibu hanya karena ia menyusui. Ibu dapat
mengkonsumsi berbagai jenis makanan atau minuman dalam jumlah yang wajar.
Namun, ibu harus selalu mencermati reaksi dari si bayi, terutama jika dalam keluarga terdapat riwayat alergi. Ibu dapat saja menghindari makanan pemicu alergi seperti kacang-kacangan, seafood, atau produk dari susu, namun sekali lagi hal ini berbeda reaksinya untuk setiap anak. Yang penting, ibu menyusu harus makan mengikuti aturan pola makan bergizi seimbang agar kondisi tubuh tetap sehat selama menyusui dan agar tubuh ibu tidak tekor nutrisi.
 
Makanan Pedas  
 
Di kultur kita kebiasaan makan pedas tidak bisa dihilangkan. Biasanya
kala menyusui Ibu-ibu mengurangi atau menghilangkan kebiasaan ini karena
khawatir bayi mereka akan rewel, sering kentut atau problem-problem lain akibat
‘rasa’ dan kualitas ASI yang berubah. Anggapan ini ternyata tidak memiliki
bukti yang kuat. Tentang pengaruh cabai kepada ASI, rasa pedas dalam cabai timbul karena senyawa Capsaicin pada cabai membuat sensasi panas dan pedas di lidah karena kulit lidah sangat sensitif. Makanan pedas akan mengalami penyerapan dalam tubuh ibu dan zat-zat makanannya baru digunakan untuk memproduksi ASI. Walau ada ahli mengatakankalau Senyawa Capsaicin bisa terkandung di dalam ASI, tapi tidak bisa membuat bayi merasakan pedas. Tetapi memang ada beberapa bayi alergi/sensitif ketika senyawa capsaicin ini berpengaruh ke pencernaannya. Jadi dicoba saja makan pedas, jika bayinya tidak apa-apa, berarti tidak apa-apa dan memang rata-rata bayi Indonesia memang tidak apa-apa kalau ibunya makan pedas. Tentu saja, makan pedasnya dalam jumlah yang wajar karena jika terlalu banyak nanti Ibu yang akan diare dan proses menyusui terganggu karena Ibu tidak fit.
 
 
Kafein 
 
Berbagai literatur menyusui menyatakan sejumlah tertentu kafein 1-2
cangkir kopi atau sekitar 300 ml gram kafein tidak akan menimbulkan masalah
baik bagi kebanyakan Ibu maupun bayi. Namun perlu diingat bahwa kafein tidak
hanya terkandung dalam kopi. Banyak sumber kafein lain yang patut diperhatikan
Ibu seperti minuman soda atau cola, obat pereda nyeri dan demam, coklat, dan
teh. Asupan kafein yang berlebihan akan membuat bayi terjaga, aktif, mata
terbuka lebar, dan bisa jadi rewel. Kemampuan bayi memetabolisme kafein mulai
terbentuk pada usia 3 hingga 4 bulan. Jadi ada baiknya sebelum usia itu asupan
kafein sangat dibatasi. Jika Ibu curiga bayinya bereaksi terhadap kafein,
baiknya Ibu perlu menghindari segala sumber kafein hingga batas minimum. Jika ingin konsumsi minuman ber-kafein mulai dengan porsi kecil dan perhatikanreaksi bayi.  
 
 
Makanan Panas atau Dingin
 
Ibu menyusui boleh makan makanan panas dan dingin. Sensasi panas dan
dingin hanya ada dalam mulut yang memakan. ASI yang ada dalam payudara selalu bersuhu sama, yaitu antara 37-38 derajat Celcius atau sesuai dengan suhu tubuh si ibu.
 
 
Makan Ikan
 
Banyak yang mengatakan bahwa mengkonsumsi ikan bisa membuat ASI menjadi berbau amis Sebenarnyaadalah kandungan zat gizi yang terkandung dalam ikan dan sari laut itu banyak mengandung asam lemak omega 3 yang bermanfaat bagi tubuh,misalkan untuk mengontrol kadar kolesterol darah, mencegah jantung koroner, penyempitan dan pengerasanpembuluh darah. Yang penting, pastikan ikan atau sari laut yang akan kita konsumsi masih dalam keadaan segar, sebab bila kurang segar akan memicu reaksi alergi. Bila anda penggemar ikan mentah masakan Jepang sebaiknya tidak mengkonsumsi dalam jumlah banyak, karena dikhawatirkan daging tersebut masih mengandung bakteri parasit yang akan membahayakan. Jika ibu mengkonsumsi seafood perhatikan bagaimana reaksi bayi, terlebih jika ada riwayat alergi dalam keluarga.
 
Jamu
Jika ingin konsumsi jamu pastikan jamunya tidak mengganggu produksi ASI. Jika ibu masih harus mengkonsumsi obat dari dokter setelah melahirkan, apstikan jamunya tidak bertentangan dengan pengobatan medis yang sedang dijalankan. Perhatikan juga reaksi bayi karena beberapa bayi sangat sensitif terhadap bahan-bahan tertentu dalam jamu (rempah-rempah).
 
 
Apakah Jika Sedang Menyusui Berarti Harus Makan Untuk Dua Orang atau Lebih?
 
Menyusui bukan berarti harus makan berlipat-lipat karena dianggap makan
untuk ibu dan bayinya. Seorang
ibu menyusui membutuhkan 300-500 kalori tambahan setiap hari untuk dapat
menyusui bayinya dengan sukses. 300 kalori yang dibutuhkan oleh si bayi datang dari lemak yang ditimbun selama kehamilan. Artinya, seorang ibu menyusui tidak perlu makan berlebihan, tetapi cukup menjaga agar konsumsi gizinya seimbang, dan asalkan si ibu selalu menuruti rasa laparnya. Proses menyusui itu sendiri membantu ibu mengurangi berat badan dan menjadi langsing kembali. Berdiet berlebihan atau menahan lapar akanmengurangi produksi susu si ibu karena menghambatbekerjanya hormone oksitosin. Yang harus diperhatikan
tentang asupan kalori ibu menyusui adalah sebagai berikut:
 
  a. Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, dalam
arti memenuhi zat-zat gizi penting seperti karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, dan mineral dan disajikan secara bervariasi.
  b. Asupan makanan diperhatikan kualitas gizi
serta nutrisinya, bukan mementingkan kuantitas.
  c. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering (misalnya: 3 kali
makan besar, diselingi 2 sampai dengan 3 kali snack).
  d. Jika diperlukan, cermati kebutuhan kalori atau
konsultasikan asupan dan menu makanan kepada ahli gizi sehingga kebutukan
kalori ibu pada menyusui tercukupi.
 
Bila Bayi Sakit, Apakah Bisa Jika Ibu yang Meminum Obatnya Agar Bayi Tidak terlalu Banyak Kena Bahan Kimia?
 
Ini adalah mitos yang salah. Kalau ibu yang sakit yang diobati si ibu, kalau bayi yang sakit yang diobati bayinya. Obat yang ibu minum akan diproses oleh organ pencernaan ibu dan diserap oleh tubuh ibu. Akhirnya yang sampai ke ASI sangat sangat sedikit dan bisa jadi tidak ada sama sekali. Meskipun demikian ada beberapa kategori obat yang tidak boleh diminum oleh busui karena bisa berpengaruh di ASI atau berbahaya bagi bayi. Lagipula jenis obat dan dosis obat untuk dewasa dan bayi itu berbeda Misalnya, obat batuk untuk anak dengan obat batuk untuk dewasa jelas berbeda. Contoh yang paling sederhana, dosis paracetamol. Untuk dewasa konsumsinya 500 mg sekali minum. Untuk bayi dosis paracetamol harus disesuaikan dengan usia dan berat badan. Kalaupun ada saat dimana bayi harus minum obat yang diberikan oleh dokter, perlu diketahui bahwa dosis obat yang diberikan pada bayi sangat rendah dibandingkan dengan dosis obat orang dewasa. Biasanya obat untuk bayi diberikan dengan perhitungan miligram per berat badan bayi. Bisa dibayangkan bila obat tersebut yang minum ibunya, meskipun ada beberapa jenis obat yang bisa saja terserap dalam ASI namun tentu saja sudah tidak bisa dijadikan sebagai cara pengobatan yang sesuai ketentuan. Maka tak heran bila bayi yang sakit tidak sembuh-sembuh akibat ibu yang mengkonsumsi obat tersebut.
Jadi, keputusan kapan memberi obat kepada bayi juga harus melihat keadaan. Jika tidak perlu minum obat, ya tidak perlu obat. Kalau memang bayi harus minumobat, apalagi yang diresepkan oleh dokter, harus diberikan langsung kepada bayi sesuai dosisnya.
 
 

Panduan Memerah Payudara dengan Tangan

by Ruli Indriani and Aimi

Meskipun para ibu memiliki breastpump, ada baiknya untuk tetap belajar bagaimana cara memerah payudara dengan tangan karena terkadang keahlian ini diperlukan jika situasi sedang tidak memungkinkan, misalnya bila sedang tidak bisa membersihkan breastpump, breastpump tiba-tiba rusak atau ketika puting payudara sedang luka sehingga sakit apabila diperah dengan breastpump.

1. Tangan selalu dalam keadaan bersih. Siapkan cangkir, gelas, atau mangkok yang sangat bersih. Cucilah mangkok dengan air sabun. Tuangkan air panas ke dalam cangkir dan biarkan selama beberapa menit. Apabila sudah siap untuk memerah ASI, buang air dari cangkir.
2. Badan condong ke depan dan sangga payudara dengan tangan.
3. Bentuk huruf C dengan jari telunjuk dan jempol,, tempelkan di payudara tepat diatas garis aerola/ di dalam lingkaran aerola. Tergantung diameter aerola juga, jika cukup lebar, maka taruh tangan posisi C itu di dalam lingkaran aerola 
4. Posisi tangan huruf C itu diletakkan di titik jam 12 dan 6 lalu gantian di titik jam 3 dan 9
 5. Tekan ke arah rongga dada (tekan ke dalam) lalu tarik sambil dorong ke arah puting
6. Lakukan berulang, lalu pindah posisi (mengikutiposisi jam-jam di atas) atau pindah tangan. Setelah dirasa cukup, pindah payudara
7. Jika dirasa ada bagian dari payudara mengeras/ grenjel2, berhenti memerah, ganti dengan pijatan. Pijat dari pangkal ke puting 
8. Usahakan memijat seluruh bagian payudara (memutar) karena biasanya bagian dekat ketiak sering tak terpegang
9. Setelah memijat, kembali lakukan memerah dengan tehnik yang sama. Beberapa menit kemudian pijat lagi lalu perah, dst. Ini biasanya lebih bisa memaksimalkan keluarnya ASI karena bisa dirasakan bagian-bagian yang keras.
10. Jangan memijat puting susu itu sendiri. Jangan menggerakkan jari sepanjang puting. Menekan atau menarik puting susu tidak dapat memerah ASI. Ini merupakan hal yang sama terjadi bila bayi mengisap dari puting susu saja.

Jika sudah terbiasa, biasanya memerah dengan tangan menjadi lebih simpel dan mudah dan biasanya juga lebih cepat. Memerah dengan tangan juga sering kali lebih maksimal untuk menstimulasi  payudara daripada menggunakan breastpump. Inti dari memerah dengan tangan adalah payudara tidak merasa sakit saat diperah. Jika sakit, ada yg salah dari cara memerahnya. Jika tipe kulit kering, keluarkan sedikit ASI-nya lalu oleskan pada kulit puting agar kulit payudara tidak mudah luka.

Berbagai video tentang cara memerah payudara dengan tangan:
http://www.youtube.com/watch?v=Tuhuekl-3JY

http://www.youtube.com/watch?v=k6V9xTZAWq0

Sumber:
http://kultwit.aimi-asi.org/2011/06/memerah-dengan-tangan/

http://jateng.aimi-asi.org/2010/11/manajemen-laktasi-untuk-ibu-bekerja/?doing_wp_cron=1356399078.0139079093933105468750
""